Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon & Faks: (0361) 723765
HP 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Sabtu, 25 Maret 2017

Fenomena Ngiring, Antara Spiritual dan Gangguan Kejiwaan

Sekarang ini mudah dijumpai orang-orang dengan atribut busana tertentu. Umumnya berbusana putih-putih dengan senteng (kain dililitkan di pinggang) berwarna belang (poleng) putih-hitam. Atau ada juga dengan motof busana berbeda yang umumnya mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang yang “Ngiring.” Lalu, apakah Ngiring itu?

Selanjutnya......

Sultra Targetkan Cetak 100 Sulinggih Tahun 2050

Bertempat di Desa Teposia, Kecamatan Laya, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi  Sulawesi Tenggara dilangsungkan pengukuhan Pandita (sulinggih) dan Geriya pada hari Jumat-Pahing, wuku Sinta, Tilem Kapitu, tanggal 27 Januari 2017 lalu. Sulinggih tersebut adalah Ida Pandita Mpu Dharma Ananda dan Ida Pandita Mpu Istri.

Selanjutnya......

Membatinkan Agama (Dari Seminar Agama dan Budaya)

Bali semenjak dari masa lampau sudah menjadi pusat studi kebudayaan. Hal tersebut berangkat dari banyaknya tradisi, seni budaya di mana Hindu menjadi spiritnya. Terlebih Bali dari dulu memiliki daya tarik tersendiri, dan daya eksotik yang kuat sehingga sangat layak Bali dijadikan pusat peradaban budaya. Tradisi, seni dan budaya tersebut hingga kini tetap bertahan di balik gegap gempitanya arus glokalisasi.

Selanjutnya......

Spiritual Bersifat Misterius, Bukan Heroisme

Swami Krishnananda
Kehidupan manusia dilanda oleh rintangan. Kita menghadapi tantangan dan kesulitan secara terus menerus. Oleh karena itu seluruh aktifitas kita sehari-hari digambarkan sebagai usaha melawan rintangan yang datang dalam berbagai bentuk penderitaan hidup. Saat terbangun di pagi hari kita dihadapkan dengan rasa lapar dan kemudian kita berjuang untuk meniadakan rintangan itu dengan memasak dan makan makanan.

Selanjutnya......

Memaknai Keheningan Nyepi

I Nyoman Sugiarta dan  I Ketut Sukayasa

Nyepi adalah sebuah proses pematangan jasmani dan rohani menuju hidup lebih sempurna. Di tengah keheningan dalam pelaksanaan Nyepi adalah bentuk kontemplasi diri dalam upaya mencari hakekat diri yang sesungguhnya. Dengan terus berpacunya roda kehidupan, menuntut adanya flashback sebagai bentuk mengingatkan.

Selanjutnya......

Mewujudkan Bhutahita dan Jagadhita

I Nyoman Agus Sudipta, S.Pd.,M.Si.

Manusia mengalami tantangan yang semakin berat, lebih-lebih dalam perkembangan kehidupan yang semakin modern mengantarkan manusia pada kehidupan yang semakin pragmatis. Banyak tuntutan dan kebutuhan hidup yang semakin kompleks membuat manusia semakin sulit mewujudkan hidup yang sejahtera dan bahagia. Manusia mengabaikan segala bentuk aturan maupun ajaran hidup yang bersumber pada agama.

Selanjutnya......

Simbolisme Angklung dalam Upacara Kematian

Oleh I Ketut Yasa
Angklung yang dimaksud dalam tulisan ini adalah gamelan Kembang Kirang,  yang juga dikenal dengan sebutan gamelan Angklung Don Pat (empat nada). Gamelan ini  sering  digunakan dalam upacara kematian. Apabila ada upacara kematian  yang memerlukan karawitan, gamelan angklung don pat hampir selalu digunakan.

Selanjutnya......

Selasa, 28 Februari 2017

TERSEDIA MAJALAH RADITYA versi DIGITAL

ERA DIGITAL. Kini Majalah Hindu Raditya ada versi digital. Anda bisa membaca di komputer, tablet, juga handphone sewaktu-waktu di mana pun berada. Ayo berlangganan atau membeli eceran. Praktis dan sangat murah.

Selanjutnya......

Sabtu, 18 Februari 2017

Makna Senjata Trisula Dewa Siwa

Dewa Siwa digambarkan mengenakan beberapa atribut, di antaranya bulan sabit di kepala Dewa Siwa, simpul rambut yang bergelung, memegang tongkat trisula dengan gendang kecil bernama damaru, mengenakan seekor ular cobra di lehernya, dan atribut lainya.

Selanjutnya......

Bekerja Keras dan Cerdas untuk Raih Sukses

Waktu cepat berlalu tak terasa sang kala melewati pengujung tahun 2016, banyak cerita dan mimpi yang tercapai, ataupun dalam proses pencapaian. Menandai refleksi 2016, Kepala Sekolah SMKN 1 Bangli mengundang tokoh muda cendikiawan Hindu, Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag.,M.Fil.H., sebagai pembicara untuk memberikan siraman rohani kepada keluarga besar SMKN1 Bangli.

Selanjutnya......

Yoga Sudarshan Kriya di Damar Ashram, Dawan, Kelungkung

Atas inisiatif dr. I Gusti Ngurah Putra Eka  pada sore hari 5 Januari 2017 di Damar Ashram, Jl. Raya Dawan, Gunaksa, Kelungkung diadakan acara pengenalan teori dan praktek Yoga Sudarshan Kriya oleh pembicara dan praktisi I Gusti Raka Panji Tisna. Acara diawali dengan presentasi power point tentang Yoga (akar kata Yuj- Penyatuan) sebagai seni dan pengetahuan ilmiah menuju satu kesatuan diri (enteg linggih) sebagai modal dasar menuju satu kesatuan dengan manusia lain, dengan alam (pada tataran tertinggi dengan Kesadaran Semesta). Acara dilanjutkan dengan praktek dasar pelenturan tubuh dan asana, olah nafas (pranayama) dan pengheningan (meditasi Panca Kosa) termasuk bersama anak-anak yang hadir. Intinya semua dilakukan dengan gembira, dinikmati dengan senyum.

Selanjutnya......

Pujawali di Pura Agung Surakarta Semarak

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di awal tahun 2017 ini pada tanggal 21 Januari Saniscara Umanis Wuku Watugunung, dilaksanakan upacara Pujawali di Pura Agung Bhuwana Saraswati yang berada di kompleks Univesitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Jadi setiap enam bulan sekali menurut kalender Bali diselenggarakan piodalan (pujawali) oleh para pengemponnya yaitu warga dari Solo Timur.Untuk piodalan kali ini, dibutuhkan dana mencapai puluhan juta rupiah ditanggung oleh warga Solo Timur. Dana berupa uang tunai dikumpulkan lewat iuran tiap bulan dan punia secara sukarela. Selain berupa uang, warga juga ada yang maturan punia berupa barang: janur, beras, air mineral, ayam banten, dan daging babi.

Selanjutnya......

Perayaan Saraswati untuk Membentuk Kerendahan Hati

Wacana oleh Ni Wayan Madiani
Falsafah ilmu padi mengajarkan semakin berisi semakin merunduk. Hakekat yang ditanamkan adalah penggambaran seseorang yang dalam dirinya telah banyak memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman yang selalu rendah hati. Sifat rendah hati bukan sifat yang merendahkan diri di hadapan orang lain, sehingga orang lain menganggap kita sebagai orang yang rendah. Tetapi sifat rendah hati yang mampu mengendalikan rasa keakuan diri (ego), arogan dan sifat sombong yang ujungnya membawa kesengsaraan. Sifat rendah hati merupakan sifat yang berlandaskan pada ajaran susila (tingkah laku yang baik), tercermin dari perilaku yang terkontrol, mawas diri dan selalu menghargai orang lain.

Selanjutnya......

Mencari Pemimpin Umat yang Mumpuni

Opini oleh I Nyoman Sugiarta dan I Ketut Sukayasa
Di tengah penyelenggaraan pilkada serentak tahap II, tanggal 15 Pebruari 2017 di 101 daerah kabupaten/kota, dan provinsi, tentu diharapkan akan terpilih pemimpin yang ideal. Bali pun tidak ketinggalan ikut serta dalam pilkada serentak ini, yakni di Kabupaten Buleleng. Para calon pun mulai menawarkan program kerja dengan segala manuver secara verbal maupun vulgar untuk memikat pemilih.

Selanjutnya......

Doa Pagi Subadra dalam Pemujaan Ganesha

Renungan oleh Luh Sutarmi
Dari ufuk timur bianglala mentari pagi mengabarkan dalam benak  bahwa cintaku padamu selalu menggebu, dinda  ingin memelukmu dengan mesra. Tatapan matamu selalu mengiang dalam asa benakku ini,  kurajut kebahagian ini dalam  narasi  cinta abadi hati ini.  Kebahagiaanmu adalah kebahagianku, semoga damai selalu. Kita akan selalu bersama  dalam mengarungi gelombang hidup ini.  Aku bahagia memilikimu sayang,  pagi ini wajahmu selalu menghiasi benakku yang merindu sayang.” Demikianlah  kata-kata romantis terucap  dari bibir Subadra untuk suaminya tercinta,  Arjuna.

Selanjutnya......

Berpikir Kreatif dalam Mempertahankan Keragaman

Wacana oleh I Nyoman Tika
Tidak bisa dipungkiri bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Negara Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman mulai agama, etnis, dan budayanya dalam bentuk persatuan. Dalam tataran lebih kecil, interaksi yang terjadi microsytem, meminjam teori Ekologi Bronfebrener merupakan sistem teman sebaya, sekolah, lingkungan  dan keseharian  yang ditemui anak-anak bangsa telah menyatu dalam komunitas yang harmoni dalam keberagaman.

Selanjutnya......

Minggu, 15 Januari 2017

Ungkapan Cinta Kakek Bisma

Renungan oleh Luh Sutarmi
Ungkapan indah tentang cinta  selalu hadir bagi mereka yang sedang dilanda cinta. “Cinta sejati tidak pernah berjalan mulus,  karena cinta tidak terlihat dengan mata, tetapi dengan hati. Seperti meneguk minuman cinta yang terindah ialah saat kau seduh setetes demi setetes, bukan yang direguk sekali tegukan,” demikianlah ungkapan Bisma pada Dewi Amba yang terus membuntutinya dari belakang, sebab sang Dewi  merasa teraniaya selama ini, karena  merasa disiasiakan oleh Bisma. Bisma menang sayembara di negeri Kasi, mendapat tiga putri raja, dua  putri, yaitu Ambika dan Ambalika menjadi  istri adiknya Wicitrawirya, namun Amba, keburu jatuh cinta sama Bisma. Bisma sudah bersumpah untuk tidak menikah seumur hidupnya. Dalam perjalanan kejar mengejar terjadi dialog yang unik antara keduanya,

Selanjutnya......

Kemajemukan dan Pengendalian Firi

Wacana oleh I Nyoman Tika
Rasa persatuan saat ini seakan di uji berbagai kasus  sensitif tentang SARA. Emosi publik  yang sensitif  kembali dipakai senjata untuk mengoyak ketenteraman Indonesia. Negara majemuk ini seakan mudah diprovokasi oleh segelintir orang lewat media sosial yang semakin mudah membentuk viral di dunia maya. Nalar publik menjadi buntu, phenomenal self menjadi kian menguat, yaitu persepsi diri yang selalu berlawanan  dari diri yang sesungguhnya (Infered  self).

Selanjutnya......

Kekuatan Doa

Wacana oleh Swami Krishnananda
Hal yang biasanya dianggap sebagai tidak mungkin dikatakan menjadi mungkin melalui kekuatan doa. Kemampuan doa untuk bekerja menciptakan keajaiban dianggap sebagai keunggulan dalam segala bentuk pendekatan agama. Kekuatan doa tak terhitung, dan kemanjurannya telah dinyanyikan dalam berbagai kisah kemuliaan, bahkan oleh penyair, dan telah divicarakan oleh yogi, master, dan nabi. Tetapi bagaimana doa bekerja?

Selanjutnya......

Berbagai Faktor Penyebab Dosa Bisa Terkabul

Doa adalah salah satu media bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi. Menurut Narada Bhakti Sutra, seorang bhakta yang menempuh jalan Bhakti Yoga pada prinsipnya bisa dikategorikan dalam dua bentuk, yaitu apara bhakti atau gauna bhakti dan para bhakti. Apara bhakti adalah satu tingkatan bhakti, dimana seorang bhakta dalam menjalin keterhubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi masih dengan memandang keterpisahan dirinya dengan sang Pencipta.

Selanjutnya......