Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Jumat, 26 Januari 2018

MpuJayaPrema-Tolak Perkawinan Sejenis-Mari Lawan

Selanjutnya......

Senin, 15 Januari 2018

Penghayat Kepercayaan Bisa Masuk KTP Seperti Agama

Ada 187 Penghayat Kepercayaan di Indonesia dengan jumlah pengikutnya sampai 12 juta orang, bisa lebih banyak dari pemeluk Agama Hindu. Di Bali ada 8 Penghayat Kepercayaan. Harus diantisipasi masalah ini karena bisa saja nanti perbedaan ritual dalam Hindu di Bali diselesaikan lewat mendirikan Penghayat Kepercayaan.

Selanjutnya......

Agama, Kepercayaan dan Keyakinan

Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja memenangkan tuntutan para penganut kepercayaan terkait ketidaksetaraan perlakuan terhadap para penganut kepercayaan tersebut, di mana poin ke 2 amar putusan MK berbunyi “Menyatakan kata agama dalam Pasal 61 ayat (1) dan Pasal 64 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan ............. bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk “kepercayaan”,

Selanjutnya......

Seni IHDN Denpasar Pentas di India

Wayang lemah mungkin tidak banyak yang tertarik untuk menontonya. Begitu juga eksistensi wayang lemah hanya terbatas dalam pelaksanaan upacara masyarakat Hindu di Bali, namun tidak begitu dengan Sekaa Wayang JDR Bali yang memang berkomitmen mengenalkan wayang lemah sebagai media menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Selanjutnya......

Saatnya Kader Muda Hindu Melek Politik

Prajaniti Sulawesi tengah mengadakan Raker dengan mengundang sejumlah pihak sebagai pembicara, seperti mantan anggota KPU Pusat, I Gusti Putu Arta, dan H. Ahmad HI.M. Ali, S.E., yang diselenggarakan di Hotel Jazz, Palu, pada Rabu, 4 Oktober 2017 lalu.

Selanjutnya......

Gamelan Gambuh dan Minat Kaum Muda

Oleh I Ketut Yasa
Sesuai dengan namanya, yaitu gamelan gambuh,  gamelan ini adalah digunakan untuk mengiringi dramatari Gambuh. Sebagaimana dikemukakan oleh Bandem dalam “Ensiklopedi Gambelan Bali” bahwa “Gending-gending Gambuh lebih lirik dibandingkan dengan gending-gending yang dipakai oleh gambelan lain dan ia lebih bersifat gending-gending yang ditarikan dari pada bersifat instrumentalia” (1993: 12).

Selanjutnya......

Setia dan Kasih Sayang

Oleh Luh Made Sutarmi
Dalam pergumulan waktu, sangkakala, rajutan dunia kadang tak banyak tahu dan dia menjadi misteri tersendiri. Disana terjurai daur hidup yang diliputi oleh suka, duka, lara, pati. Hukum karma membelit, kehidupan kait mengkait bak lilitan  tali-temali tali putri.

Selanjutnya......

Merayakan Hari Suci Bukan Menyucikan Hari Raya

Oleh I Nyoman Miarta Putra
Hari Suci keagamaan dirayakan untuk meningkatkan kecemerlangan budi. Berupaya mengantarkan manusia kepada kehidupan yang utuh sesuai dengan fitrahnya. Bebas dari segala penderitaan lahir dan batin sehingga eksistensi Tuhan yang Maha baik, adil, pemaaf dan segala sifat ke-mahaan-Nya yang lain bisa ”hadir” pada setiap insan di bumi.

Selanjutnya......

Kanker Payudara dengan Aswaganda Resep Ayur Weda

Oleh DR I Nyoman Tika
Dalam perkuliahan sain masa depan mahasiswa saya membuat model deteksi  kanker payudara dengan biosensor  dengan menggunakan sistem  antibodi dan antigen. Anti bodi yang dia paparkan berasal dari pohon aswagandha, yaitu tanaman  yang tergurat  pada  kasanah Ayur weda. Aswaganda disebut juga sebagai ginseng India dengan nama ilmiah Withania somnifera.

Selanjutnya......

Jumat, 12 Januari 2018

MpuJayaPrema tentang Etika Pemimpin-BARU-Sambut Pilkada 2018

Selanjutnya......

Kamis, 21 Desember 2017

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018

Selamat Hari Raya Natal bagi yang merayakannya. Selamat Tahun Baru 2018 untuk kita semua. Semoga kebersamaan tetap mewarnai kasih sayang dan kedamaian ini.
Mari masuki tahun 2018 sebagai tahun politik dan tahun kesejajaran antara agama dan penghayat kepercayaan. Semoga diskriminasi menyangkut keyakinan ini tak membuat masalah baru. Selamat membaca ulasannya yang padat di Majalah Raditya.


Selanjutnya......

Rabu, 20 Desember 2017

Kehidupan Sadhu di Rsikesh dan Haridwar

Laporan I Made Adi Surya Pradnya
Apa kabar umat Hindu se-dharma? Astungkara sehat, seger, rahayu. Edisi ini saya mau mengajak umat se-dharma melihat kehidupan para Sadhu di India. Sebelumnya sudah tahu gak, Sadhu itu siapa?

Selanjutnya......

Ny Rataya Suwisma dan Ny Wikanthi Yogie Kembali Pimpin WHDI

Wanita Hindu Dharma Indonesi (WHDI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Munas IV WHDI diselenggarakan selama tiga hari, yaitu17-19 November 2017 dan dihadiri 306 peserta dari unsur Pengurus WHDI Pusat, perwakilan WHDI Provinsi dan Kabupaten/Kota, perwakilan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), para Peninjau, perwakilan lembaga-lembaga Hindu dan undangan lainnya.

Selanjutnya......

Pujawali Pura Agung Wanakertha Jagadnatha Sulawesi Tengah

Pura Agung Wanakertha Jagadnatha, Provinsi Sulawesi tengah adalah satu-satunya pura yang ada di Kota Palu. Mengingat kedudukannya sebagai Pura Jagadnatha, maka pura ini disungsung oleh Umat Hindu yang ada di Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah, namun penanggung jawab pengelolaannya atau pengempon berada di bawah krama Hindu Kota Palu.

Selanjutnya......

Siwaratri: Momentum Refleksi Diri dan Sosial

IGN Nitya Santhiarsa
“Beryadnya, berdharmadana dan bertapabrata jangan diabaikan namun harus dilaksanakan, sebab yadnya, dharmadana dan tapabrata adalah pensuci bagi orang yang bijaksana” (Bhagawadgita XVIII-5).

Selanjutnya......

Pura Sakenan dan Diskusi Generasi Mellineal

Oleh I Nyoman Tika
Sore itu hujan gerimis mengiringi perjalanan kami diselingi petir dan tebalnya mendung adalah saksi betapa hari itu  merupakan hari yang istimewa bagi saya, sebab hari itu memang telah ditargetkan untuk acara  tirta yatra ke pura Sakenan di Selatan Pulau bali, selanjutnya  studi banding. Acara ini merupakan program kerja Jurusan Kimia  Univesitas  Pendidikan Ganesha yang di dalamnya mencetak Guru Kimia  dengan program RKBI (Rintisan Kuliah Berbahasa Inggris).

Selanjutnya......

Rarung Dalam Lingkaran Teologis Mistis

Renungan oleh Luh Made Sutarmi
Sore itu,  udara pantai mendesir lambat menerpa jemari daun kelapa yang berderet  di sekitar pantai, bersatu dalam nuansa alam yang indah. Rarung kecil yang manis tumbuh menjadi  remaja cantik yang dewasa, Ibunya dihormati di desanya, karena sopan dan tulus melakukan segala bentuk kegiatan di desa.

Selanjutnya......

AMRETISTA – PENSUCIAN BADAN ASTRAL

Olah Jro Mangku Nyoman Sukadana
Amretista yang lebih dikenal dengan istilah melukat, mempunyai pengertian yang luas sehingga perlu diketahui, agar kita tidak salah mengartikan dan tepat dalam pelaksanaannya. Sebelum sampai kepada amretista itu sendiri, mari kita kenal dulu diri kita sendiri karena ketika melukat, maka badan inilah yang sejatinya kita bersihkan.

Selanjutnya......

Arja Ribu dan Topéng Pugra Sebagai Studi Kasus

Oleh I Ketut Yasa
Tulisan berikut ini, akan mengisahkan pengalaman penulis ketika menonton arja Ribu  dan topeng Pugra. Dalam arja ada salah seorang seniman (penarinya) yang dipanggil dengan sebutan Ribu. Dalam topeng ada salah seorang penarinya yang bernama Pugra, dan sekaligus nama krunya juga disebut dengan topéng Pugra. Kisah ini kebetulan terjadi secara bersamaan, yaitu pada dekade tahun 1970- an.

Selanjutnya......

Jumat, 10 November 2017

Budaya Risiko di Sekitar Gunung Agung

Opini oleh I Nyoman Tika
Di antara lambaian  pohon  terjurai  bulir padi di hamparan sawah  yang berundak, disaksikan  surya yang cerah  pagi hari serta daun menghijau pohon salak. Ditingkahi getaran-getaran gempa yang ritmis berkali kali dan mendayu menggoncang pertiwi sebagai pertanda bahwa gunung agung  akan bangun dari tidurnya yang sudah hampir  54 tahun silam pulas tanpa geliat yang berarti.

Selanjutnya......