Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon 0819 9937 1441 -- 0821 4600 0640. Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni. Terbit bulanan. Eceran di Bali Rp 20.000,- Pelanggan Pos di Bali Rp 22.000,- Pelanggan Pos di Luar Bali Rp 26.000,-

Rabu, 15 Mei 2019

Membangun Kultur Akademik dan Dharma Canti di STAHN Gde Pudja Mataram

Laporan Ida Bagus Pramana

Rapat Kerja STAHN Gde Pudja Mataram “From The Ideas To Action” dalam Upaya Moderasi Beragama, Kebersamaan dan Kerukunan, dilaksanakan pada tanggal 13 s/d 15 Maret 2019 lalu di Hotel Aruna Senggigi. Ketua Panitia Raker Ida Ayu Wuri Handayani, S.Ag., M.I.Kom melaporkan bahwa peserta Raker tahun ini berjumlah 80 peserta, dimana kegiatan dibiayai oleh DIPA STAHN Gde Pudja Mataram berdasarkan SK Ketua STAHN Gde Pudja Mataram Nomor 35 Tahun 2019.

Adapun Maksud dan Tujuan dilaksanakan Raker ini antara lain memahami kebijakan, diperolehnya tata kelola secara konsisten dan memperoleh ide, gagasan serta masukan program kerja untuk meningkatkan mutu dari perguruan tinggi. Sasaran dari Rapat Kerja ini, yaitu seluruh dosen, pegawai, tenaga kontrak, dan mahasiswa. Pelaksanaan Raker tahun ini dilaksanakan tanggal 13 – 15 Maret 2019 di Hotel Aruna Senggigi terdiri dari beberapa Narasumber antara lain: Dirjen Bimas Hindu Kementerian Republik Indonesia, Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA.,M.Phil., Ph.D.;  Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Mutawali;   Guru Besar Unhi Denpasar  Prof. Dr. IBG Yudha Triguna;  Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana,  Drs. H. Afrizal Zen, M.Si. Hari Kedua Rapat Kerja Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram menghadirkan Narasumber Guru Besar Unhi Bapak Prof. Dr. IBG Triguna, MS. Materi yang disampaikan oleh beliau tentang Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi.

Inti dari materi yang disampaikan menekankan pada konsep pengembangan perguruan tinggi dimana pada zaman Revolusi Industri 4.0, semua dosen di perguruan tinggi harus mengikuti teknologi yang berkembang saat ini. Teknologi informasi merupakan istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Maka dari ini perguruan tinggi harus menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi kepada publik, agar informasi yang diperoleh oleh masyarakat dapat tersampaikan. Begitu juga dengan dosen, dosen dituntut untuk mengetahui teknologi informasi baik dari segi proses belajar mengajar ataupun untuk kepentingan individu, seperti mengupload jurnal akreditasi, nasional, dan internasional.


Maka dengan perkembangan teknologi, perguruan tinggi bisa memanfaatkan media sosial, website atau sejenisnya untuk mengembangkan perguruan tinggi masing-masing. Dalam rapat kerja tahun 2019 ini mengundang Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Mutawali untuk mengisi materi dengan judul “Membangun Kultur Akademik di Perguruan Tinggi.” Penyampaian materi yang disampaikan oleh Prof. Mutawali menekankan bagaimana cara membangun kultur akademik. Sebelumnya kita harus mengetahui dahulu kultur itu apa? Perguruan Tinggi apa? Tujuannya apa?

Kultur akademik merupakan budaya yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir kritis, analitis, dan objektif. Perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Tujuan pendidikan tinggi adalah (1) Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian; (2) Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Maka untuk membangun kultur  akademik di perguruan tinggi antara lain: (1) mengevaluasi situasi organisasi dan menentukan tujuan yang strategis; (2) menganalisis budaya; (3) menganalisis kesenjangan antara apa yang ada dan apa yang diinginkan; (4) mengembangkan rencana pengembangan budaya; (5) melaksanakan rencana; (6) mengevaluasi perubahan.
Dharma Santhi Nyepi

Selain kegiatan di atas, kegiatan lain yang juga telah dilaksanakan di STAHN Gde Pudja Mataram adalah Dharma Santhi Caka Warsa 1941. Kegatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2019 pukul 18.00-22.00 wita bertempat di halaman kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Kegiatan Dharma Santhi Caka Warsa 1941 STAHN Gde Pudja Mataram  mengambil tema “Melalui Dharma Santhi Kita Wujudkan Nilai-Nilai Tri Hita Karana dalam Memperkokoh Dharma dan Kebersamaan Umat.” Kegiatan ini diisi oleh konser musik oleh UKM Musik, tari Gandrung oleh UKM Tari, lagu Indonesia Raya oleh UKM Paduan Suara, atraksi yoga oleh UKM Yoga. Tidak ketinggalan lawakan dari Dadong Rerod yang didatangkan dari Bali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar