G.N. Yadnya
na me viduh sura-ganah
prabhavam na maharsayah
aham adir he devanam
maharsinam ca sarvasah
“Baik para dewa maupun para rsi mulia tidak mengenal asal mula, maupun kehebatan-Ku (Sri Krsna), sebab dalam segala hal, Aku adalah sumber dewa-dewa dan rsi-rsi.”(Bg. 10. 2)
Yayasan Dharmasastra Manikgeni
Rabu, 15 Mei 2019
Ekam Sat Vipra Bahudha Vadanti
Triphala Resep Ayur Weda Sebagai Deteksi Kanker Payudara
I Nyoman Tika
Pengobatan ayurveda mulai banyak dilirik orang. Ayurveda adalah kata Sansekerta, yang berarti “kitab suci untuk umur panjang.” Ini merupakan sistem kuno pengobatan tradisional yang lazim di India dan di beberapa negara Asia Selatan lainnya. Hal ini didasarkan pada pandangan holistik tentang perawatan yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit manusia melalui pembentukan keseimbangan dalam berbagai elemen kehidupan manusia, tubuh, pikiran, kecerdasan dan jiwa.
Senin, 15 April 2019
HOMO HOPINI LUPUS BUDAYA MANUSIA “MEMAKAN” MANUSIA di ZAMAN KALI
A. A. G. Oka Widana
Dari judul yang tersurat tersebut di atas tentu terbayang dalam dunia imajiner setiap pribadi bahwa tentunya ada hal yang mendasari, sehingga penulis berani mengemukakan istilah “Manusia Memakan Manusia” yang sungguh terasa ngeri. Apakah yang penulis maksud adalah tindakan kanibalisme?
Jumat, 15 Maret 2019
Membangun Kreativitas Generasi Muda Hindu untuk Indonesia Emas
I Nyoman Tika
Kalau ingin diperhatikan, maka perhatikan lebih dahulu.” Itu menjadi semacam nasihat yang tak luntur oleh zaman. Kata-kata itu menarik untuk melihat agar diperhatikan negara, maka perhatikan dahulu kebutuhan dan kepentingan negara Indonesia. Konsepsi itu saya coba memetakannya dalam konteks menyongsong Indonesia emas, dengan bonus demografinya.
Selanjutnya......
Berguru Kepada Sastra Usada
A. A. G. Oka Widana
Banyak insan yang berpendapat bahwa ilmu pengobatan, khususnya pengobatan tradisional hanya boleh “dipelajari” oleh orang-orang yang waskita saja atau orang yang telah tersertifikasi saja. Hal tersebut tentu perlu diluruskan, mengingat bidang pengobatan tradisional juga adalah rumpun ilmu, dimana ilmu pengetahuan mutlak dipelajari tentunya tanpa mengenyampingkan etika serta kaidah-kaidah yang ada. Jika tujuan mempelajari ilmu pengobatan justru diperuntukkan guna menyakiti sesama atau insan yang tidak bersalah tentu hal tersebut tidak diperkenankan, namun jika mempelajari ilmu pengobatan tradisional peruntukkannya guna membantu sesama dan menjaga kualitas kesehatan diri pribadi tentu merupakan sebuah langkah yang mulia.
Jumat, 15 Februari 2019
Pasraman dan Dialektika Hindu yang Dinamis
I Nyoman Tika
Saat ini pasraman negeri mulai bermunculan di Bali, seiring terpilihnya pemimpin daerah dengan visi yang jelas untuk memberdayakan sradha umat Hindu. Sebab, selama ini ada semacam hambatan psikologis dan kurang militansi bila seseorang beragama Hindu di Indonesia, menyuarakan kepentingan umatnya. Artinya ada semacam sindrom inferioritas, biasanya dominan tokoh yang beragama Hindu selalu mengalami gap ‘argumentasi” dalam menjembatani kepentingan agama secara nasional. Ada berbagai dugaan mengapa gejala ini muncul, salah satunya adalah, karena ‘konsepsi pendidikan agama masih berada di aras langit. Yang masih terlalu banyak menggunakan bahasa kontemplatif dan kerap tidak mengakar pada masalah realitas sosial.
Oleh karena itu, adagium, diam berarti emas, atau sedikit bicara agar tidak salah, sering membelenggu pikiran dan membuat peserta didik tak mengembangkan nalar. Dan mungkin bisa jadi, karena pembelajaran beragama Hindu kita hanya bersifat turun temurun, tanpa proses menuju holistik dalam ketataran nyata. Untuk menghadapi masalah ini, pasraman modern menjadi solusi alternatif.
Mencapai Kesadaran Diri Dalam Hidup
Vijay Kumar
Sebelum kita membahas masalah realisasi diri, kita perlu memahami arti sebenarnya dari mendapatkan realisasi diri. Saat ini begitu banyak pusat realisasi diri di seluruh dunia, seperti persekutuan realisasi diri di Seattle, realisasi diri Boston, realisasi diri Atlanta dan Mt.Washington Self Realization mengklaim untuk menawarkan realisasi diri. Sebelum seseorang memulai perjalanan realisasi diri, maka konsep realisasi diri harus benar-benar jelas.
Karma, Reinkarnasi, dan Kedokteran: Perspektif Hindu Tentang Penelitian Biomedis
Janis Faye Hutchinson dan Richard Sharp
Karma melekat pada gagasan reinkarnasi. Ada siklus kelahiran dan kematian yang berkelanjutan, dikondisikan oleh karma, yang menghubungkan seseorang dengan kehidupan lampau dan masa depan. Dalam reinkarnasi, roh atau jiwa selamat dari kematian dan dilahirkan kembali ke dalam tubuh baru, manusia atau bukan manusia. Individu dapat terlahir kembali sebagai hewan, manusia atau serangga tergantung pada menipisnya karma jahat dan matangnya karma baik. Seperti yang dikatakan oleh Buddha, perilaku buruk (duccaritam) mengarah ke neraka atau kelahiran kembali sebagai binatang atau hantu sementara perilaku baik (kalyanam) mengarah pada kelahiran di surga atau sebagai manusia. Dalam kelahiran kembali, kepribadian baru berkembang tetapi bagian-bagian penting konstan sepanjang hidup berturut-turut ini.
Selasa, 15 Januari 2019
Apa yang Salah dengan Hindu-isme?
Anand Krishna
Jadi, pertama-tama dan yang terpenting, kesalahan ini harus diperbaiki. “Isme” didasarkan pada dogma dan doktrin. “Isme” harus memiliki “sebuah” kitab, seorang prophet, seorang savior, seorang utusan – dan jika ada lebih dari satu prophet, satu savior atau satu utusan, maka salah satu dari mereka harus berada di urutan teratas. Demikian pula, jika ada lebih dari satu kitab, maka salah satunya pasti lebih penting daripada yang lain.
Selanjutnya......
Konsekuensi Revisi RTRW Bali
I Nyoman Tika
Bali sebagai destinasi wisata dunia dan diyakini sebagai etalase Indonesia harus dijaga dan lestarikan nilai-nilai yang berdasarkan Hindu itu. Untuk menjaganya perlu kekuatan baru, sebab berbagai persoalan baru di Bali kerap meminggirkan orang Bali itu sendiri, salah satu adalah revisi RTRW, khususnya pasal-pasal strategis yang berkenaan dengan tata ruang penggunaan lahan. Usulan Pemda Bali layak dikritisi dan diberikan masukan. Pada aspek inilah kepemimpinan di Bali bak bunga sedang memasuki fase sumalaga (menguntum) yang memberikan wajah Bali yang layak dipakai sebagai anirwaken (model) bagi daerah lain di Indonesia.
Senin, 15 Januari 2018
Merayakan Hari Suci Bukan Menyucikan Hari Raya
Oleh I Nyoman Miarta Putra
Hari Suci keagamaan dirayakan untuk meningkatkan kecemerlangan budi. Berupaya mengantarkan manusia kepada kehidupan yang utuh sesuai dengan fitrahnya. Bebas dari segala penderitaan lahir dan batin sehingga eksistensi Tuhan yang Maha baik, adil, pemaaf dan segala sifat ke-mahaan-Nya yang lain bisa ”hadir” pada setiap insan di bumi.
Rabu, 20 Desember 2017
Pura Sakenan dan Diskusi Generasi Mellineal
Oleh I Nyoman Tika
Sore itu hujan gerimis mengiringi perjalanan kami diselingi petir dan tebalnya mendung adalah saksi betapa hari itu merupakan hari yang istimewa bagi saya, sebab hari itu memang telah ditargetkan untuk acara tirta yatra ke pura Sakenan di Selatan Pulau bali, selanjutnya studi banding. Acara ini merupakan program kerja Jurusan Kimia Univesitas Pendidikan Ganesha yang di dalamnya mencetak Guru Kimia dengan program RKBI (Rintisan Kuliah Berbahasa Inggris).
AMRETISTA – PENSUCIAN BADAN ASTRAL
Olah Jro Mangku Nyoman Sukadana
Amretista yang lebih dikenal dengan istilah melukat, mempunyai pengertian yang luas sehingga perlu diketahui, agar kita tidak salah mengartikan dan tepat dalam pelaksanaannya. Sebelum sampai kepada amretista itu sendiri, mari kita kenal dulu diri kita sendiri karena ketika melukat, maka badan inilah yang sejatinya kita bersihkan.
Sabtu, 23 September 2017
Krishna yang Menarik Hati
Oleh Ketut Winaka
Nama Krishna harus diketahui maknanya dengan tepat. “Krish” + “Na” = “Krishna.” Kata ini berarti bahwa Ia yang menanam dan mengolah (Krish) kedalaman hati. “Krish” + “Na” adalah turunan kata yang memberi arti kata Krishna sebagai seorang yang menarik hati “Karshathi-ithi-Krishnah.” Krishna bukan saja menarik hati orang dengan keelokan badaniahNya yang tak tertandingi, namun Dia juga menarik hati orang lewat musikNya yang indah dan merdu, tarianNya dan pula tutur-kataNya. Sri Krishna yang menawan-hati dapat merubah amarah para Gopi terhadap diriNya, menjadi canda yang penuh suka-cita.
Minggu, 20 Agustus 2017
Rasesvara Saivaisme: Virasaiva
Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda
Selanjutnya......
Minggu, 13 Agustus 2017
Ritual Keagamaan dalam Jaring Kapitalisme
Oleh I Nyoman Agus Sudipta, S.Pd., M.Si
Perkembangan zaman sekarang yang serba instan membawa pengaruh terhadap pola kehidupan manusia. Segala hal ingin diatur secara cepat, singkat, simple, sederhana, irit dengan dasar efektif dan efisien. Dalam segala bidang hal ini diatur sedemikian rupa, mengingat pemikiran manusia bahwa waktu adalah uang. Perubahan ini sangat berbeda sekali dengan kehidupan masyarakat zaman dulu yang masih terpola pada kehidupan budaya agraris yang bergerak pada sektor pertanian. Dengan berkembangnya industri modern, maka mata pencaharian manusia mulai berubah.
Jumat, 16 Juni 2017
Rasesvara Saivaisme: Pembebasan Dicapai Melalui Pengetahuan Nafas
Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda
Rasesvara Saivaisme adalah lebih bersifat ilmu pengetahuan, ketimbang suatu aliran filsafat. Ia tidak mengetangahkan suatu teori metafisika, etika dan efistimologi, tetapi tetap termasuk dalam sistem filsafat.
Agama dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
Oleh I Nyoman Agus Sucipta
Sabtu, 20 Mei 2017
Tujuh Rahasia Tumbuh Lebih Muda
Oleh Deepak Chopra, MD
Beberapa dekade yang lalu, obat konvensional memandang tubuh sebagai mesin yang bagiannya pasti akan rusak sampai tidak bisa diperbaiki lagi. Sebagai seorang mahasiswa kedokteran, saya mengetahui bahwa reaksi kimia acak menentukan semua yang terjadi di dalam tubuh, pikiran dan tubuh terpisah dan independen satu sama lain, dan gen menentukan kesehatan dan umur kita.
Sabtu, 25 Maret 2017
Memaknai Keheningan Nyepi
I Nyoman Sugiarta dan I Ketut Sukayasa
Nyepi adalah sebuah proses pematangan jasmani dan rohani menuju hidup lebih sempurna. Di tengah keheningan dalam pelaksanaan Nyepi adalah bentuk kontemplasi diri dalam upaya mencari hakekat diri yang sesungguhnya. Dengan terus berpacunya roda kehidupan, menuntut adanya flashback sebagai bentuk mengingatkan.

