Kehidupan itu sesungguhnya penuh misteri. Karena itu, wajar kalau definisi dan prisip-prinsip hidup satu sama lain tidak sama. Ada yang beranggapan, hidup ini hanya sekali. Karena itu mereka yang menganut anggapan tersebut sering kali memuaskan segala keinginannya, tiada rambu, tiada batas. Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Itu antara lain prinsip hidup yang dipegang oleh orang-orang mengklaim bahwa hidup di dunia ini hanya sekali.
Yayasan Dharmasastra Manikgeni
Senin, 15 April 2019
Totalitas Seorang Penyembah
Tuhan dan Pemujaan dalam Hindu
Made Dharsana Polak
Tulisan ini sebenarnya hanya berawal dari hasil perenungan pribadi, karena sering saya jumpai orang yang salah-paham dan menganggap umat Hindu “menyembah berhala (arca atau gambar)” dan menyembah “banyak Tuhan.” Adakalanya, bahkan sering ditemui dalam pendidikan formal di sekolah-sekolah di Indonesia sengaja ditanamkan pengertian yang keliru tersebut untuk menjelaskan Hindu.
Intisari dan Prinsip-Prinsip Utama dalam Bhagavata
AA Gede Raka
Selalu ada hubungan pribadi yang akrab dan mendalam antara Tuhan dan bakta-Nya. Melalui mukjizat suciNya, Tuhan membuat baktaNya menyadari dan mengalami bahwa Beliau ada di mana-mana, mahatahu, dan mahakuasa. Tuhan dan bakta itu saling tergantung dan yang satu tidak bermakna tanpa yang lain. Karena itu, selain memuji-muji kemuliaan Tuhan, Bhagavata juga membicarakan bakti, semangat kepasrahan, sifat jalan spiritual, dan juga ketidakterikatan para bakta.
Makna Wahana Ganesa
Ni Made Riani
Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Citra Ganesa pada mulanya tidak disertai dengan wahana (tunggangan). Pada delapan penjelmaan Ganesa yang dinyatakan dalam Mudgalapurana, Ganesa lima kali menggunakan tikus dalam lima penjelmaannya, menggunakan singa saat menjelma sebagai Wakratunda, seekor merak saat menjelma sebagai Wikata, dan menggunakan Sesa, naga ilahi, dalam penjelmaannya sebagai Wignaraja. Pada empat penjelmaan Ganesa yang terdaftar dalam Ganesapurana, Mohotkata menunggangi singa, Mayureswara menunggangi merak, Dumraketu menunggangi kuda, dan Gajanana menunggangi tikus. Dalam pandangan agama Jaina terhadap Ganesa, wahananya ada bermacam-macam, seperti tikus, gajah, penyu, domba, atau merak.
Indahnya Bersedekah
Luh Made Sutarmi
Alam selalu menjadi representasi untuk melakukan kerja tanpa pamerih. Udara pagi yang sejuk suasana tampak indah, selalu membawa pencerahan dan inspirasi yang indah. Di sana Tuhan seakan hadir dalam setiap bayang-bayang kehidupan ini, kemudian dapat membawa beragam narasi yang membuat tersenyum. KehadiranNya selalu membuat jiwa-jiwa agung melayang, bak angin menuju angkasa biru. Bunga-bunga hati selalu membuat tersenyum damai. Inilah pesan yang selalu membuat hati tak lelah berjalan ke dalam hati, pada hidup ini. Seperti yang kerap terguratkan bahwa mereka yang selalu melihat bunga indah di hati orang lain dan sanak keluarganya, suatu saat nanti akan menemukan bunga indah di dalam hati dirinya sendiri, seakan mengejewantah di setiap waktu.
FILOSOFI SARASWATI DALAM AKTUALISASI
Ni Kadek Ayu Kristini Putri
Hakikat agama tidak terletak pada dogma-dogma dan ritus-ritus serta upacara-upacara menjemukan, tetapi dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan paling dalam dari segala zaman, (sanatana dharma) yang merupakan satu-satunya pedoman, bukan semata-mata menyangkut kebenaran, melainkan pandangan-pandangan atau pemahaman terhadap kebenaran yang telah diyakini (umat) manusia (Radhakrishnan, 2003: 55). Kebenaran mana menurut umat Hindu secara absolut diletakkan pada keyakinannya terhadap kebenaran Weda.
HOMO HOPINI LUPUS BUDAYA MANUSIA “MEMAKAN” MANUSIA di ZAMAN KALI
A. A. G. Oka Widana
Dari judul yang tersurat tersebut di atas tentu terbayang dalam dunia imajiner setiap pribadi bahwa tentunya ada hal yang mendasari, sehingga penulis berani mengemukakan istilah “Manusia Memakan Manusia” yang sungguh terasa ngeri. Apakah yang penulis maksud adalah tindakan kanibalisme?
MANFAAT YOGA ASANAS MENGATASI PAYUDARA KANKER
I Nyoman Tika
Kanker payudara telah menjadi salah satu penyebab utama dari tingginya angka kematian pada kaum wanita. Pada tahun 2015 saja, data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa telah ada 507 ribu wanita yang meninggal dunia akibat kanker payudara. Memang menakutkan, tapi sebenarnya jika ciri-ciri kanker payudara stadium awal bisa dideteksi, bukan tidak mungkin penyakit ini dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri awal kanker payudara sedini mungkin.Sebenarnya sampai saat ini para peneliti masih belum dapat mengetahui secara pasti apa penyebab kanker payudara.
Jumat, 15 Maret 2019
Ritual Perang Api di Pura Luhur Duasem: Brahma Wisnu Menyatu Menjadi Siwa
Agama Hindu dipraktikkan secara natural, yaitu disesuaikan dengan tempat, penduduk, geografi, dan pendukung lainnya dimana agama itu dipraktikkan. Oleh karena itu Hindu mengenal banyak varian praktik beragama, terutama dalam ritual yang menjadikannya sebagai agama yang variatif dan membumi.
Peresmian Anand Krishna Centre di Buleleng
Hari Minggu, 10 Februari 2019, cuaca cerah memayungi Kota Singaraja dan sekitarnya. Desa Panji, yang terletak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Singaraja, juga menerima limpahan kehangatan sinar Sang Surya. Pagi itu, tepatnya di Banjar Kembang Sari, Desa Panji, terlihat beberapa orang berkumpul di suatu bangunan yang baru selesai dibuat. Mereka yang datang umumnya memakai pakaian adat Bali. Namun ada juga beberapa yang berpakaian nasional, memakai celana panjang.
Ya, hari itu Anand Krishna Centre punya hajatan. Tentu saja, mereka mengundang sejumlah tokoh agama dan tokoh spiritual untuk menghadiri dan menyaksikan peresmian sekretariat mereka yang baru dan diberi nama Anand Krishna Centre Singaraja. Dengan kata lain, Ananad Krishna Centre Singaraja kini berlokasi di Desa Panji, Kecamatan Sukasada.
KMHD UNS Laksanakan Tirtayatra dan Baksos
Laporan Agung Putu Surya Purna Kristyawan
Universitas Sebelas Maret atau yang biasa dikenal dengan UNS merupakan universitas negeri yang terletak di Jawa Tengah tepatnya di kota Solo. UNS didesain sebagai kampus benteng Pancasila. Bentuk aplikasi dari desain ini, yaitu UNS membangun tempat ibadah beserta membiayai organisasi yang berkaitan dengan agama yang diakui di Indonesia salah satunya agama Hindu dengan organisasinya, yaitu Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD).
Upacara Giri Kerti Serangkaian Nyepi di Sleman
Laporan Putu Sari, Yogyakarta
Untuk ketiga kalinya sejak tahun 2017, umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tanggal 3 Februari 2019 menyelenggarakan rangkaian menyambut hari raya Nyepi dengan melaksanakan Upacara Giri Kerti di wilayah Gunung Merapi sisi selatan yang masuk wilayah Kabupaten Sleman, DIY. Giri Kerti menyambut tahun baru caka 1941, tahun 2019 kali ini dihadiri oleh lebih dari 400 orang umat Hindu.
Pakemda Peradah NTB
Pada hari Minggu, 10 Februari 2019 berlokasi di aula lantai 3 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram DPP Peradah Nusa Tenggara Barat gelar Pelatihan Kepemimpunan Daerah (Pakemda) dan Seminar Wawasan Kebangsaan. Kegiatan ini berlagsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pukul 16.00 Wita. Kegiatan ini bertemakan “Wujudkan Generasi Muda Hindu yang Memiliki Jiwa Leadership, Progresif, Inovatif dan Kompetitif Berdasarkan Asta Brata.”
Selanjutnya......Yajna Melalui Seva Niti
Pada hari Selasa, 19 Februari 2019, Program Pascasarjana IHDN Denpasar menggelar acara ujian terbuka promosi doktor atas Gede Ngurah Wididana yang juga dikenal dengan julukan “Pak Oles.” . Ujian terbuka promosi doktor tersebut dilangsungkan di Ruang Auditorium IHDN Denpasar, Jalan Kenyeri No. 57 Denpasar. Ada pun karya tulis ilmiah atau disertasi yang dipertahankan oleh Gede Ngurah Wididana tersebut berjudul Seva Niti dalam Kepemimpinan Gubernur Bali Periode 2008-2018.
Arjuna: Dulu dan Kini
Anand Krishna
Arjuna di masa lalu bingung, tetapi ia rendah hati. Dia bersedia menundukkan kepalanya di depan Gurunya, yang juga adalah sepupu dan kusirnya, dan meminta bimbingan: “Aku bingung, aku tidak tahu harus ke mana, tolong tuntun aku, tolong tunjukkan jalan.” Dan, sang Guru, Krishna, membimbingnya menuju kemenangan. Dia membimbing Arjuna menuju kemenangan demi Dharma, Kebajikan. Untuk itu, sang Guru pun menegaskan perannya, “Aku berada di sini, di medan perang ini, demi engkau. Sebagai seorang ksatria, engkau mendapatkan kesempatan berharga untuk berjuang demi Dharma.
Kisah Ganesa dalam Berbagai Sumber
Ni Made Riani
Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Di Indonesia Ganesa lebih populer dikenal dengan dewa pengetahuan atau dewa kekuatan, maksudnya adalah dewa yang mampu menghalau segala kekuatan jahat dan mara bahaya, sehingga kehidupan menjadi aman dan sejahtera. Dewa Ganesa bersenjatakan kapak dan Trisula. Di samping gelar di atas Ganesa juga merupakan salah satu dewa terkenal dalam agama Hindu dan banyak dipuja oleh umat Hindu, yang memiliki gelar sebagai dewa pengetahuan dan kecerdasan, dewa pelindung, dewa penolak bala/bencana, dan dewa kebijaksanaan.
Pemujaan Satyanarayana Vrata Oleh Subadra
Luh Made Sutarmi
Sinar yang tampak memerah di ufuk timur, di sebelah gugusan rumah-rumah itu tampak indah, sebagai kisah yang mengguratkan bahwa banyak kisah kehidupan yang memberikan sebuah narasi yang penuh kekuatan untuk kemegahan sang jiwa. Sang Jiwa yang diliputi kesadaran abadi, untuk menggapai sebuah titik sentral ‘sat cit ananda’ dalam lika-likunya kehidupan manusia.
Bali Kedas Sampah Plastik
I Nyoman Sugiarta
Gerakan “Kedas Sampah Plastik” di Pura Besakih yang dimulai tanggal 2 Februari 2019 dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan karya Panca Walikrama, menjadi ujian umat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Gerakan bersih sampah plastik yang dimulai dari tempat suci diharapkan dapat membangkitkan kesadaran umat itu sendiri lebih mencintai lingkungan. Kualitas lingkungan yang baik memberi dampak pada kualitas kehidupan umat itu sendiri.
Membangun Kreativitas Generasi Muda Hindu untuk Indonesia Emas
I Nyoman Tika
Kalau ingin diperhatikan, maka perhatikan lebih dahulu.” Itu menjadi semacam nasihat yang tak luntur oleh zaman. Kata-kata itu menarik untuk melihat agar diperhatikan negara, maka perhatikan dahulu kebutuhan dan kepentingan negara Indonesia. Konsepsi itu saya coba memetakannya dalam konteks menyongsong Indonesia emas, dengan bonus demografinya.
Selanjutnya......
Berguru Kepada Sastra Usada
A. A. G. Oka Widana
Banyak insan yang berpendapat bahwa ilmu pengobatan, khususnya pengobatan tradisional hanya boleh “dipelajari” oleh orang-orang yang waskita saja atau orang yang telah tersertifikasi saja. Hal tersebut tentu perlu diluruskan, mengingat bidang pengobatan tradisional juga adalah rumpun ilmu, dimana ilmu pengetahuan mutlak dipelajari tentunya tanpa mengenyampingkan etika serta kaidah-kaidah yang ada. Jika tujuan mempelajari ilmu pengobatan justru diperuntukkan guna menyakiti sesama atau insan yang tidak bersalah tentu hal tersebut tidak diperkenankan, namun jika mempelajari ilmu pengobatan tradisional peruntukkannya guna membantu sesama dan menjaga kualitas kesehatan diri pribadi tentu merupakan sebuah langkah yang mulia.
