Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon & Faks: (0361) 723765
HP 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Senin, 20 Mei 2013

Mantra Mrtyunjaya Mampu Usir Makhluk Halus Seketika

Gede Agus Budi Adnyana

Pengertian Immanen harus kita persempit sekarang, jika kita ingin berbicara masalah tuah dari sebuah mantra yang diucapkan. Demikian juga dengan transedensi. Jika saya dapat artikan secara sempit, maka immanen adalah badan jasmani kita sedangkan transedensinya adalah hal-hal yang niskala yang berkaitan dengan tubuh jasmani kita sendiri. Maka dengan demikian, kita akan menemukan bahwa jasmani ini akan dipengaruhi hal-hal yang tidak nampak secara material, baik secara energi dan juga mahluk halus yang hanya punya badan halus tanpa badan kasar.

Mantra Mrtyunjaya menyeberangi dua sisi alam berbeda ini dan memberikan energi baru untuk sebuah peyegaran dan kesehatan, juga perlindungan bagi manusia yang mengucapkannya dengan kesungguhan hati. Berbeda dengan mantra yang lain, mantra ini memang memiliki fungsi untuk proteksi diri secara jasmani dan rohani. Mengapa saya nyatakan demikian. Begini penjelasannya.

Para pembaca yang budiman perlu tahu sebuah kisah unik dan nyata tentang kedahsyatan mahamantra ini. Suatu ketika, seorang teman yang kini sudah menempuh pendidikan di Malaysia sudah pernah membukikan kekuatan mantra ini. Pulau Bali, bukan hanya dikenal sebagai pulau suga, tetapi pulau yang penuh dengan daya pikat magis dan mistik. Terkait dengan hal ini, tentu saja pasukan makhluk tidak terlihat juga banyak di Bali. Suatu ketika, teman saya yang bernama I Wayan Yadi, melakukan sebuah tindakan yang mengundang kemarahan pasukan makhluk halus.

Suatu ketikka ia mengangkat sebuah batu besar hitam yang dia temukan di pinggir sungai dengan alasan untuk tempat duduk. Wayan sangat gemar memancing dan layaknya pemancing mania, dia tidak segan-segan datang ke sungai lebar dan tenget. Batu yang dia duduki ternyata rumah dari sekumpulan makhluk halus, dan kontan saja hal itu membuat petaka besar. Kakinya tiba-tiba terasa kesemutan dan susah bergerak, lalu kaku dan sama sekali tidak bisa digerakkan. Dia mengerang kesakitan, dan pancing yang dia bawa dilepaskan.

Ia lantas berteriak minta tolong sekeras mungkin, namun tidak ada yang datang, sebab tukad itu jauh dari pusat keramaian. Dia ingat dengan pesan mendiang nenek, bahwa tukad dimanapun pasti ada penunggunya. Teringat pesan itu, ia kemudian matur: “Aduh… kalau saya pernah berbuat salah di sini, mohon maaf. Saya hanya memancing dan jika saya keliru saya minta maaf.” Setelah berkata demikian, Wayan masih saja tidak dapat bergerak dan kakinya kaku laksana kayu kering. Darah mudanya mulai memuncak, merasa sudah minta maaf malah sakitnya menjadi-jadi, maka timbullah niatnya untuk melawan makhluk halus itu kali ini. Wayan ingat dengan sebuah mantra yang diberikan guru SMA nya dulu yang katanya baik untuk melindungi diri. Mantra itu yang bernama Mrtyunjayamantra dan itulah yang diucapkannya sekarang.

Dia baca mantra itu keras-keras dengan perasaan melawan dan berkali-kali, dia sendiri tidak sadar berapa kali dia bacakan mantra itu. Anehnya, kakinya sekarang terasa ringan kembali, tidak kaku lagi. Kesemutannya berangsur menghilang dan dengan segera dia bangkit lalu pergi meniggalkan tempat itu. Merasa kurang aman lalu dia nunas baos ke balian, dan menemukan jawaban bahwa batu yang dia duduki adalah rumah dari bangsa Jin. Makhluk halus itu ketakutan mendengar suara Mantra dan badannya seperti dibakar, oleh sebab itu mereka kabur.

Saya sendiri yang dikisahi demikian, kemudian menalar dengan seksama bahwa mantra sejatinya adalah gelombang-gelombang elektromagnetik yang dapat membawa perubahan energi potensial bagi tubuh. Kekuatan ini tidak dapat dilihat secara mata telanjang sebab dia berada di jalur transedensi, sedangkan tubuh jasmani kita ada di jalur immanen. Kekuatan niskala inilah yang datang kemudian meliputi dunia material dan membawa pengaruh yang kuat. Jadi kekuatan mantra, berada dalam dua aspek, pertama niskala dan kedua adalah sekala.

Dengan demikian, keselamatan yang didapat lewat membaca mantra adalah keselamatan jasmani dan rohani. Sebab tubuh kita akan mengalami gangguan jika dunia niskala terganggu. Untuk kasus ini sudah banyak bukti yang membenarkan. Sekarang pembaca budiman yang memiliki bagiannya, entah yakin atau tidak, yang jelas begitu mantra diucapkan kekuatan itu sudah langsung bereaksi.

Sama dengan ketika seorang pasien datang berobat ke dokter. Sang dokter memberikan obat, kemudian si pasien entah yakin atau tidak dengan obat itu, ketika obat itu diminum, obat itu akan bereaksi, demikian juga mantra. Namun karena kekuatan itu bersifat transedensi, maka perlu sebuah ketulusan. Disinilah mengapa sebelum orang membaca mantra, dia harus melihat dan memahami arti mantra tersebut.

Sebab orang-orang yang membaca mantra, itu bukan semuanya memiliki ketulusan hati, sebab ada juga yang membaca mantra hanya sekedar-sekedar. Namun meskipun demikian, klasifikasi ketika mantra diucapkan biasanya akan memenuhi hal berikut ini: (1) Ketika bhakti tulus, mantra diucapkan. Dan hal ini adalah yang paling baik. sebab reaksi mantra juga akan semakin baik, apalagi dengan konsentrai pikiran yang jernih. (2) Ada orang yang membaca mantra karena ingin perlindungan. Entah karena takut dalam gelapnya malam, atau tengah pentas calonarang sambil ngundang Leak, maka orang yang bersangkutan perlu membaca mantra untuk proteksi diri sendiri dari gangguan niskala. (3) Orang membaca mantra karena ingin sembuh dari sakit. Hidup ini tidak selamany ideal seperti dalam gambaran hayalan kita. Kadangkala seseorang harus jatuh sakit, dan menderita. Dia mengucapkan mantra untuk memberikan kesembuhan. Mantra disamping memberikan gelombang energi, juga memberikan sugestifitas yang baik untuk sebuah optimistis sembuh bagi semua penderita penyakit. Jadi alangkah baiknya dibaca. (4) Ada juga yang membaca mantra untuk kekuatan (kawisesan) seperti para penekun spiritual di Bali.

Apa pun bentuknya, yang jelas Mahamantra Mrtyunjaya memberikan semua hal itu kekuatan. Sebab yang dipuja adalah Maharudra, aspek Tuhan yang menjadi bapak bagi jalan Prawerti Marga dan Niwerti Marga. Pemilik mantra ini adalah Sang Hyang Asuthosa, yang paling cepat berkenan yang paling bermurah hati. Layaknya seorang ayah, apa pun yang diminta oleh sang anak, maka sang ayah akan memberikannya.

Jadi apakah mantra ini sama dengan ayat kursi dalam agama Abrahamik untuk membunuh setan? Jawabannya tidak, sebab Mahamantra ini bukan untuk mengusir, untuk mentralisir. Jika mengusir, ini akan berada dalam kapasitas blok kanan dan blok kiri, sedangkan netral adalah tanpa ada atribut. Layaknya atom yang terdiri dari kekuatan positif (+) Proton, kemudian (-) electron dan netral (Neutron). Kelebihan muatan electron akan dientralkan oleh Neutron. Kelebihan ketakutan, dengan membaca mantra, dinetralkan agar gelombang otak yang kacau, menjadi lebih stabil lagi. atau ketika kekuatan tanpa badan jasmani (mahluk halus) menggangu, maka kekuatan mantra menetralisirnya, jadi mahluk itu hanya diusir. Bukan dibunuh. Sebab mereka (jin) juga makhluk Tuhan.

Jadi sekarang terserah para pembaca yang meyakininya. Namun saya ingatkan, hidup di alam semesta, adalah hidup dalam gelombang energi, dan salah menggunakan energi atau benturan dengan energi lain, cukup membawa dampak fatal bagi kesehatan anda. Jadi rajin-rajinlah membaca mantra sebagai ekspresi keimanan kepada Ida Hyang Widhi.

4 komentar:

  1. Sangat berguna..
    Mohon beritahu mantra nya..
    Suksma

    BalasHapus
  2. OM thryambakam yajamahe sugandhim pustiwardhanam uwarukaiwabandhana mrityor muksiya mamrtat

    BalasHapus
  3. adakah syarat khusus untuk mengucapkannya? dan bisa melindungi diri dari orang jahat ngk?

    BalasHapus
  4. Doa ini sangat luar biasa kekuatannya"karena saya sudah membuktikan ""asal di pergunakan utk menolong sesama dan tanpa pamrih niscaya terkabulkan"

    BalasHapus