Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Selasa, 14 Februari 2012

Tingkatkan Kemampuan Bisnis Lewat Meditasi

Meditasi selama ini lebih sering dihubungkan dengan tindakan untuk meneteralisir stres, untuk meningkatkan kedamaian dan meningkatkan kesucian rohani. Tak berlebihan kemudian, jika meditasi lebih banyak dihubungkan dengan hal-hal yang bersifat ‘gaib’, pengalaman mental dan penikmatan terhadap sensasi-sensasi proses tersebut. Padahal sesungguhnya berbagai sensasi yang muncul itu, oleh beberapa maha guru yoga dikatakan hanyalah luapan sisa-sisa samskara seseorang yang tertimbun di bawah sadarnya. Lalu, adakah manfaat meditasi yang lebih produktif mendukung eksistensi manusia di muka bumi ini?
“Meditasi membantu pikiran kita menjadi lebih cerdas dan syaraf-syaraf halus kita menjadi bersih dan kuat. Dengan terbntuknya pikiran yang jernih, maka kita akan dapat mengambil keputusan yang tepat, efektif, sehingga usaha-usaha dapat dilalui lebih lancar. Ini pengalaman saya,” tutur Made Ratnadi di Center Setyaki, Denpasar pada Minggu 8 januari 2012 lalu. Praktisi meditasi Trancendental Meditation ini lebih lanjut menguraikan, bahwa dalam pengalamannya sebagai seorang pebisnis, maka akan berhadapan dengan berbagai macam karakter orang. Banyak rekanan yang berhubungan secara intensif yang sebenarnya dalam niatnya hanya datang untuk menipu. “Dengan menghaluskan pikiran kita, maka getaran pikiran kasar dari orang-orang yang kita ajak bicara maupun berhubungan bisnis akan segera dapat kita rasakan, sehingga hal-hal negatif dapat kita tangkal,” urai Ibu yang berdomisili di Bandung ini.

Karena itu, berdasarkan pengalamannya bermeditasi selama bertahun-tahun, manfaat meditasi hendaknya tidak selalu dihubungkan dengan alam-alam esoteris, sehingga kita menghabiskan banyak waktu untuk aktifitas mental saja. Sebaiknya, setelah ada kemajuan di bidang meditasi, segera gunakan kemajuan tersebut untuk kebaikan, di antaranya memanajenen usaha dengan baik. “Dengan pikiran yang halus kita dapat mengambil tindakan yang efektif, tapi untungnya lebih besar dari sekadar mengandalkan semangat dan kerja keras saja. Tapi, jangan lupa, untuk memelihara kehalusan pikiran hasil meditasi supaya tidak tercemari oleh aktifitas bisnis, maka ingatlah untuk rutin menyumbang berbagai kegiatan sosial, berbuat amal dan sejenisnya,” sarannya.

Selain pengaruh positif yang disebutkan di atas, dalam pengalaman pengusaha di bidang ekspor-impor ini, dengan berlatih meditasi kita juga dapat lebih terbuka di dalam menghadapi berbagai masalah. Baik itu masalah keluarga yang ruwet maupun kendala-kendala bisnis yang bagi banyak orang akan membuatnya pusing. “Meditasi mengantarkan kita untuk lebih ringan cara berpikirnya, lebih ikhlas dan tidak gampang jatuh dalam penyesalan dan kekecewaan. Inti semua itu adalah rasa syukur, karena pikiran kita getarannya semakin halus dan tidak terlalu kuat dipengaruhi unsur-unusr energi material dan indrawi,” paparnya sebelum upacara api dari Haidakhand Ashram dilakukan di tempat itu.

Terakhir ia menyarankan, kalau ingin belajar spiritual yang benar, kurangi bahkan hilangkan fanatisme sempit dengan menganggap perguruan atau kelompok sendiri paling baik. Pandangan demikian malahan akan memperkasar gelombang pikiran kita, sehingga berapa keras pun kita bermeditasi, melakukan kirtan, ritual dan sejenisnya bakalan sia-sia. Itu pula alasannya, kenapa ia menjadikan rumahnya di Jalan Setyaki Denpasar pusat dari berbagai kegiatan spiritual. Aliran, kelompok, perguruan mana saja boleh menggunakan tempat itu, karena dengan menghormati setiap cara di dalam pendakian spiritual akan meluaskan jiwa kita dan semakin menjadikan pikiran halus dan damai. Ini juga terlihat pada waktu upacara api yang dilakukan pada hari itu dengan dihadiri berbagai kalangan, seperti Haidakhand Ashram sebagai penyelenggara, ada juga anggota Art of Living, Hare Krishna, bhakta Sai Baba, dan sebagainya. (Putra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar