Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon & Faks: (0361) 723765
HP 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Selasa, 05 April 2011

DHARMA SHANTI NYEPI SMA NEGERI 3 PALU BERLANGSUNG BERSAMAAN DENGAN PERINGATAN MAULID NABI

Laporan Niwayan Pariatni

Hari Minggu pagi, 13 Maret 2011 nampak pemandangan yang berbeda ketika melintas disepanjang jalan tepat di depan lingkungan SMA Negeri 3 Palu. Dari kejauhan tampak jelas sepasang penjor menghiasi pintu gerbang utama. Demikian juga, pagar ayu dan pagar bagus lengkap dengan balutan busana sembahyang adat Bali dengan senyum mengembang dan cakupan tangan di dada menyambut setiap undangan yang hadir.
Tetapi setelah memasuki halaman depan sekolah tepatnya di sudut barat terlihat pemandangan yang kontras. Dari sebuah Mushollah terlihat muslimah dan muslimat dengan pakaian yang khas, melalui alat pengeras suara terdengar khotbah seorang Ustad. Saat langkah kaki berlanjut menuju ruang lobi, kembali panitia berseragam atasan kebaya dan koko berwarna putih dengan cekatan mengantar para undangan menuju Aula lantai dua tempat kegiatan Dharma Shanti berlangsung. Di sini kemudian baru diperoleh kejelasan, ternyata selain acara Dharmashanti, dalam waktu bersamaan juga dilangsungkan peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh siswa dan guru-guru beserta staf yang beragama Islam.

Pembina Agama Hindu SMA Negeri 3 Palu, Drs. Ida Bagus Widja Kusuma dalam sambutannya mengatakan, bahwa Dharma Shanti Nyepi adalah merupakan program rutin setiap tahunnya dan merupakan salah satu bentuk kegiatan bidang kerohanian yang begitu banyak dan sering dilaksanakn baik sebagai program inti maupun ekstra kurikuler. “Kami sangat berterimakasih atas perhatian Bapak Kepala Sekolah atas terselenggaranya acara ini,” ujar Widja Kusuma. Dukungan berupa fasilitas sekolah dan dana serta motivasi dari segenap komponen SMA N 3 menjadikan event besar ini dapat terwujud. Guru-guru Pembina Seksi Kerohanian Hindu di antaranya Ibu Wayan Mendi,S.Pd, Ni ketut Ketis, S.Pd.M.PKim dan Putu Sukarsa, yang begitu sabar mengarahkan anak-anak didiknya. “Kami haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” sambung Widja Kusuma.

Ketua PHDI Kota Palu, Ir.Nyoman Dwinda yang hadir pada acara itu sangat mengapresiasi terselenggaranya Dharma Shanti ini. Meski sebagai hal yang biasa, namun ia menilai Dharmashanti di tempat ini adalah suatu yang luar biasa, sangat spesial karena siswa Hindu-nya yang relatif banyak, namun selalu mengedepankan kebersamaan dan tanggung jawab. Segala bentuk kegiatan kerohanian yang terorganisir menjadikan SMA N 3 Palu memiliki nilai plus di mata masyarakat. Semoga kondisi seperti ini tidak menjadi suatu ritual semu yang dilakukan hanya atas dasar keterpaksaan dan rasa takut terhadap guru terkait nilai, melainkan praktek kerohanian ini dapat diimplementasikan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Terkait tidak adanya guru divinitif Agama Hindu di sekolah ini, Kepala Badan Statistik Kabupaten Donggala ini mengajak pihak sekolah bersama-sama PHDI Kota Palu yang ia pimpin untuk mengusulkan kepada Pemerintah Kota, agar melalui pengangkatan CPNS mendatang dapat dibuka formasi guru Agama Hindu dan diangkat sebagai guru tetap di lingkungan SMA N 3 Palu.

Acara Dharma Shanti dimulai sejak pukul 08.30 dengan persembahyangan bersama dilanjutkan pembukaan dengan persembahan tarian pembukaan Sekarjagad dan Pembacaan sloka Suci Weda. Hikmah Nyepi yang dibacakan oleh Ir.Made Suditayasa lebih banyak menekankan makna filosofis dari suatu perayaan yang lahir dari sebuah tonggak sejarah. Di mana setiap peradaban menghendaki adanya hidup damai harmonis dan penuh kasih saying, sebagaimana tema yang diusung, yakni, “Melalui Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 (2011 Masehi) kita tanamkan Kasih Sayang dalam tali persaudaraan intern dan antarumat beragama demi tercapainya kedamaian hidup di dunia.

Kepala sekolah yang sedianya memberi sambutan dalam acara ini ternyata berhalangan hadir dan diwakilkan oleh wakasek bidang Humas. Atas nama Kepala Sekolah, Dra. H.Misran dalam sambutannya menguraikan, bahwa kegiatan keagamaan sangat mendapat apresiasi dari pimpinan sekolah. sebagai contoh sejak lama siswa Hindu telah memiliki satu ruangan khusus (bukan dipinjamkan sementara) untuk melaksanakan kegiatan ibadah pada siang hari ketika siswa yang beragama Islam melaksanakan Sholat maka siswa Hindu dan Kristiani juga wajib menuju ruangan suci untuk beribadah. Demikian halnya ketika Sholat Jumat berjemaah, maka semua siswa wajib beribadah di ruangannya masing-masing dan kembali ke rumah secara bersama-sama. Dengan demikian tidak ada siswa yang berkeliaran.

Ini adalah implementasi dari toleransi ala SMA 3. Toleransi bukan berarti beribadah bersama-sama di tempat yang sama.”Atas pertimbangan itulah hari ini Dharma Shanti dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan dengan Maulid Nabi Muhamad Saw, namun di tempat yang berbeda,” sebut Misran. Efektifitas kegiatan kerohanian memberi dampak positif, mengingat di seluruh penjuru sekolah yang diliputi vibrasi spiritual, maka segala bentuk kekuatan negative yang kasat tidak bisa menembus dan mengganggu anak-anak, karena pengawasan Tuhan jauh melebihi segala-galanya.

Para undangan saat acara istirahat sambil menikmati hidangan yang disiapkan juga disuguhkan hiburan berupa tari baris. Vocal Group binaan Tjokorda Agung Jaya Semara ketika pentas sangat menghibur dan menginspirasi. Beberapa lagu yang ditampilkan di antarnya Bintang Cemerlang, Ku Ingin Kau Bertahta, dari album Golden Youth diiringi petikan gitar dan melodi yang begitu indah. Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat, berjabat tangan dari para tamu undangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar