Penerbit PT Pustaka Manikgeni

Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon & Faks: (0361) 723765

Senin, 04 Maret 2013

HINDU MENGAJAR LAKUKAN PEMBEKALAN DHARMA DUTA HINDU

Kepedulian tentang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Hindu yang menjadi perhatian oleh Program Hindu Mengajar telah memasuki babak baru. Program Hindu Mengajar baru saja selesai melaksanakan pembekalan terhadap Guru Agama Hindu (Dharma Duta) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana ini berlangsung pada tanggal 23-26 Desember 2012 di Gedung Dharma Sewanam Pura Aditya Jaya Rawamangun. Dharma Duta yang menjadi peserta sebanyak 9 orang berasal dari berbagai daerah seperti Toraja 2 orang, Kalimantan Tengah 1 orang, Lampung Selatan 2 orang, Pekalongan 1 Orang, Sulawesi Utara 1 orang, Riau 1 orang, Bangka Belitung 1 orang.

Made Miarsana, ketua Program Hindu Mengajar menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini sempat tertunda karena beberapa kendala, baik dari pihak Hindu Mengajar selaku penyelenggara maupun dari pihak peserta. Berbarengan dengan waktu liburan sekolah, maka kegiatan pembekalan ini baru bisa diselenggarakan. “Kegiatan pembekalan hanya bisa dilaksanakan di saat liburan sekolah, karena semua peserta pembekalan ini adalah guru agama Hindu aktif, jika tidak, takutnya siswa-siswa yang membutuhkan pendidikan akan terlantar”, demikian Made Miarsana menyatakan alasan diselenggarakannya kegiatan pembekalan Hindu Mengajar ini dilaksanakan di akhir tahun.

Kegiatan pembekalan ini diisi dengan berbagai materi tentang pemahaman kehinduan yang telah disesuaikan dengan konteks kekinian. Hal ini dilakukan agar para Dharma Duta ini memperoleh kemudahan dalam menghadapi berbagai tugasnya di lapangan saat mengajar. Dari kegiatan ini cukup banyak terungkap fakta menarik yang sebenarnya mesti ditindaklanjuti oleh semua kalangan jika ingin Hindu terus berkembang. Kendala di lapangan banyak diungkapkan oleh guru-guru yang mengajar di komunitas umat Hindu Toraja, Hindu Kaharingan, maupun Hindu Karo. Selain minimnya pembinaan dari lembaga keumatan, minimnya buku-buku penunjang yang sesuai, mereka juga meski berhadapan dengan umat Hindu di pelosok yang belum memahami benar Hindu itu sendiri.

Pasca pembekalan kesembilan Duta Dharma ini langsung kembali ke daerah masing-masing untuk melanjutkan swadharma mendidik generasi muda Hindu yang memang sangat haus akan pembinaan. Semoga saja langkah kecil yang dilaksanakan oleh beberapa anak muda Hindu ini memperoleh hasil yang maksimal. Semoga pula seluruh komponen umat Hindu dapat menjadi semakin sadar akan pentingnya pembangunan SDM melalui partisipasi langsung dalam memajukan pendidikan Hindu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar