Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Rabu, 26 September 2012

Pediksaan di Gria Pagesangan Mataram

Laporan I Made Putu Sutana


Pada hari Anggara Pon Purnamaning Sasih Kasa, yang jatuh pada Selasa,3 Juli 2012, dilaksanakan upacara pediksaan Ida Made Putra dan Ida Ayu Made Suryantini di Gria Pagesangan Mataram. Sebelum upacara pediksaan dilaksanakan terlebih dahulu pada Redite Pon, Minggu,10 Juni 2012 diadakan Diksa Pariksa oleh Pengurus PHDI Kota Mataram yang terdiri dari Dr. Ir. I Gst Lanang Media, MS, Ida Bagus Santi, SH dan Drs. I Gde Sudarsana yang disaksikan juga sembilan sulinggih dan warga gria setempat.

Upacara pediksaan ini dipimpin oleh Ida Pedande Nabe, yakni Pedanda Istri Nyoman Keniten dari Gria Pendem Karangasem Bali, dengan guru -Waktra Ida Pedande Gde Made Sebali Tegeh dan selaku Guru Saksi Ida Pedande Gde Wayan Sebali Teges dari Gria Pagesangan Mataram. Upacara pediksaan yang dilaksanakan pagi hari dihadiri tokoh-tokoh umat Hindu, pengurus organisasi Hindu serta masyarakat Hindu dari berbagai pelosok desa khususnya Lombok dan umumnya Nusa Tenggara Barat hingga halaman jaba Gria Pagesangan Mataram penuh dan sesak oleh kedatangan umat Hindu untuk mengikuti dan menyaksikan jalannya upacara pediksaan tersebut.
Upacara ini berlangsung hikmat dan sukses dengan dimeriahkan alunan suara kekidungan tembang wirama dan penampilan Topeng Sida Karya dibarengi dengan tetabuhan Gong Grup Sekehe Yadnya Suara Kebendesaan Mataram Selatan.

Setelah uapacara pediksaan selesai, Ida Pedanda Nabe memberikan nama gelar pada Diksita, yaitu Ida Pedande Gde Made Putra Sebali Keniten. Gelar tersebut selanjutnya diumumkan dihadapan para undangan umat Hindu setempat oleh pembawa acara Dr. Ir. IWayan Wirata, SE, MSi, pengurus PHDI Kota Mataram yang tugas beliau sehari-hari adalah staf tenaga pengajar (Dosen) pada STAHN Gde Pudja Mataram. Dalam rangkaian upacara pediksaan yang berlangsung sakral dan lancar ini, maka tujuannya adalah suatu upacara Madwijati Ida Made Putra dan Ida Ayu Made Suryantini (walaka) untuk dinobatkan menjadi sulinggih/pendeta siwa dan makna diksa ada dijelaskan dalam pustaka suci Yajur Veda XX,25 yakni yang berbunyi:

"Dengan melakukan Bratha seseorang memperoleh diksa, dengan melakukan diksa seseorang memperoleh daksina, dengan daksina seseorang memperoleh sradha dan dengan sradha seseorang memperoleh satya."

Sesungguhnya proses untuk menjadi seorang pandita atau Dwijati tidaklah dapat dipersiapkan dengan jalan menghapalkan doa-doa mantram untuk mengantarkan upacara agama saja, tetapi harus diawali dengan membangun niat ke arah kehidupan spritual untuk menguasai diri dan dukungan umat Hindu. Demikian cetus pembawa acara pada saat pelaksanaan padiksaan di Gria Pagesangan Mataram. Dengan telah digelarnya upacara pediksaan, maka bertambahlah jumlah sulinggih/pendeta khususnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi 36 orang sulinggih/pedanda, yang nantinya akan memuput dan melayani umat Hindu dalam melaksanakan Panca Yadnya. Demikian sekelumit upacara pediksaan di Geria Pagesangan Mataram Nusa Tenggara Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar