Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kamis, 26 April 2012

Atom,Wujud Tuhan yang Paling Halus

Anak Agung Gede Raka

Dewasa ini para ilmuwan menyebarkan berbagai teori ke seluruh dunia. Para tokoh spiritual juga menyebarluaskan teori tentang Tuhan. Meskipun demikian, umat manusia tidak mampu memahami hal yang dikatakan oleh para ilmuwan dan para tokoh spiritual. Akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa dunia ini terbentuk dari kumpulan molekul dan atom.Tidak akan ada dunia tanpa atom.

Alam semesta ini merupakan gabungan atom-atom. Para ahli Weda menyatakan “Anoraniiyam mahato mahiiyam." (Brahman lebih halus daripada yang paling halus, dan lebih luas daripada yang paling luas). Karena bergabungnya atom-atomlah, maka kita mendapati kelima unsur alam, manusia, berbagai benda, dan aneka kegiatan di dunia ini. Atom meliputi segala sesuatu. Manusia, unggas, margasatwa, makanan, air, gedung-gedung, cahaya dan segala sesuatu terbentuk dari atom.

Mengapa Tuhan mengenakan busana atau selubung badan manusia? Sejumlah orang mengatakan bahwa Tuhan tidak berwujud. Lainnya mendebat bahwa Tuhan mempunyai wujud yang tidak terbatas.Setiap atom mempunyai wujud. Demikian pula, Tuhan juga mempunyai suatu wujud.Tuhan mengambil wujud yang dianggap sebagai wujud Beliau oleh para penyembah. Beliau tampil dalam wujud yang dikasihi, dipuja, dan direnungkan oleh penyembah -Nya.

Suara tidak berwujud,tetapi benda yang menimbulkan suara mempunyai suatu wujud. Demikian pula kebahagiaan jiwa itu tidak berwujud, tetapi orang yang menghayatinya memiliki wujud. Bau wangi tidak berwujud, tetapi bunga yang memancarkan keharuman itu mempunyai wujud. Kasih tidak berwujud, tetapi ibu yang memberikan kasih itu mempunyai suatu wujud. Demikian pula, Tuhan tidak berwujud, tetapi atom yang menampilkan Tuhan, mempunyai wujud.

Atom merupakan landasan permulaan bagi segenap ciptaan. Tanpa atom, tiada apa pun yang ada-Atom-atom membentuk dunia-Tuhan ada sebagai prinsip kesadaran di dalam atom.Wujud atom merupakan wujud Tuhan. Para ilmuwan berusaha keras selama ribuan tahun untuk mengetahui bahwa atom itu meliputi segala sesuatu. Meskipun demikian, ribuan tahun yang lalu, bocah Prahlada mengetahui dan menyatakan kebenaran ini. Sekarang, manusia harus berusaha menyadari kebenaran ini. Jangan pernah memiliki keraguan bahwa Tuhan hanya ada di suatu tempat tertentu dan tidak ada di tempat lainnya.

Namun, sekarang pun para ilmuwan belum mengakui kebenaran ini.Tuhan melampaui ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya orang-orang menyebut Tuhan sebagai kekuatan adikodrati. Orang-orang memberikan berbagai nama-Mungkin nama itu banyak, tetapi
landasan dasarnya sama, yaitu atom-Kekuatan atom itu tidak terbatas dan ada dalam setiap makhluk.

Jika ditanya seorang bocah,apakah magnet itu, ia akan berkata bahwa magnet itu adalah benda yang dapat menarik serbuk besi. Jika diajukan pertanyaan yang sama kepada seorang pedagang, ia akan berkata bahwa uang adalah magnet. lstri adalah magnet bagi suaminya, dan suami merupakan magnet bagi sang istri. Bunga mempunyai magnet bagi lebah. Dengan demikian kita lihat bahwa segala sesuatu dalam ciptaan ini mengandung kekuatan magnetis yang laten. Bahkan ilmu pengetahuan pun tidak dapat mengingkari hal ini. Pada zaman dahulu para raja biasa mengenakan mahkota yang dipasangi magnet sehingga orang-orang tertarik padanya. Demikian pula para ratu biasa mengenakan perhiasan yang dipasangi magnet untuk menarik orang banyak.Tuhan juga merupakan perwujudan magnetis.Beliau merupakan magnet yang luar biasa. Itulah sebabnyaTuhan menarik segenap ciptaan-Kekuatan magnetis yang suci semacam itu ada dalam setiap makhluk.

Yang dibutuhkan umat manusia bukanlah kesenangan dan kemakmuran. Kedamaian dan kebahagiaan merupakan kekuatan sejati bagi manusia. Setiap makhluk mempunyai kekuatan magnetis suci yang terpendam dalam dirinya. Manusia merupakan gudang energi panas, listrik, laser, dan sebagainya.Tubuh manusia itu seperti generator listrik yang kecil. Hati dapat diibaratkan dengan televisi, dan manas itu seperti kamera.Tidak ada kemampuan di dunia ini yang tidak terpendam dalam diri manusia. Kemampuan Tuhan ini terpendam dalam diri setiap manusia dan mempunyai potensi untuk muncul. Itulah sebabnya Weda menyatakan, “Iishvara sarva bhuutanam" Tuhan bersemayam dalam segala makhluk. “Ishavasyam idam jagat" -seluruh alam semesta ini diliputi Tuhan.

Pertama-tama kita harus memahami prinsip atom. Orang-orang melakukan berbagai latihan spiritual, tetapi Tuhan tidak dapat dicapai dengan aneka latihan semacam itu. Kini manusia tidak mampu menyadari kebenaran karena tidak ada yang menunjukkan jalan yang benar kepadanya. Tidak satu pun dari aneka latihan spiritual ini akan menolong manusia mencapai Tuhan.

Bagaimana manusia dapat mencapai Tuhan? Sebagaimana Tuhan mencurahkan kasih Beliau kepada semuanya, demikian pula manusia harus memberikan kasihnya kepada semuanya.Tuhan akan melimpahkan rahmat Beliau kepada mereka yang bersikap tidak membeda-bedakan.

Mencapai Tuhan tidak berarti bahwa Tuhan itu terpisah dari manusia.Tuhan akan tampil dari dalam dirinya.Cerminan, reaksi, dan gemanya ada di dunia luar, tetapi kenyataan yang sejati ada di dalam batin manusia. Itulah dasar yang utama.Tidak seorang pun berusaha menyadari hal ini,tidak seorang pun dapat memahami Tuhan.

Walaupun Tuhan ada di mana-mana,tergantung pada kesungguhan doa seorang penyembah,Beliau menganugerahkan penampakan Beliau kepada orang tersebut.Tuhan tidak akan membuat diri Beliau demikian murah dan muncul memberikan penampakan bila seseorang memanggil Beliau.

Segala kemampuan yang diperlukan untuk mengetahui Tuhan sudah ada secara laten dalam diri manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat sakti dan suci. Dengan tekad yang teguh dan keyakinan yang tidak tergoyahkan, ia dapat mencapai dan menyelesaikan tugas apa saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar