Rabu, 15 Mei 2019

Melatih Melenturkan Pikiran Melalui Buku

Membaca buku bukan sekadar bertujuan untuk memperoleh informasi baru tentang berbagai hal atau tidak pula untuk sekadar hiburan di waktu senggang, karena melalui membaca setiap orang dapat melatih intelektualnya supaya menjadi lincah, terangsang untuk kreatif, serta melatih pikiran agar tidak mudah menerima setiap informasi begitu saja.

Membiasakan membaca buku sejak usia dini akan semakin bermanfaat untuk melenturkan pikiran, sehingga menjadi semakin mahir pada nantinya di dalam menghadapi setiap problema kehidupan. Itulah salah satu alasan mengapa Widya Yowana, Denpasar pada bulan Maret-April 2019 lalu melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan 5000 buah buku bacaan untuk anak-anak yang dibagikan secara gratis.

“Ada lima judul buku yang berkategori bacaan untuk anak-anak dengan jumnlah lima ribu eksemplar kita drop ke Karangasem, Bangli, Denpasar, Buleleng, dan Tabanan. Bhakti sosial ini merupakan kerjasama Widya Yowana dengan Balai Bahasa Provinsi Bali,” jelas Made Arsana (41 tahun) yang mengkoordinir kegiatan tersebut.



Ditemui di Denpasar pada Senin 22 April 2019 lalu di Denpasar, Made Arsana merinci judul-judul buku yang dibagikan kepada anak-anak SD dan anak-anak pesraman itu, yaitu: Bocah Penjaga Sawah, Grubug, Mutiara Tanah Aron, Dari Mata Turun ke Hati, dan Bersinar di Pulau Bali. Adapun buku-buku tersebvut di antaranya dibagikan kepada anak-anak untuk dikoleksi dan dibaca di rumah masing-masing, meskipun buku tersebut dibagikan di sekolah-sekolah. Widya Yowana menilai buku bacaan lebih efektif disimpan di rumah anak-anak itu biar lebih leluasa kalau ingin membaca, sebab kalau ditumpuk di perpustakaan anak-anak akan kesulitan mendapat akses membaca karena keterbatasan waktu mengingat jadwal mata pelajaran yang sudah padat. Selain itu menurut Arsana, dengan memberikan buku-buku tersebut dibawa pulang dan dimiliki oleh anak-anak, maka harapannya ke depan tumbuh minat mereka untuk mengoleksi buku bacaan, meski ia sendiri menyadari betapa sulitnya menumbuhkan minat membaca buku bagi anak-anak di era ini, karena sejak dini anak-anak sekarang lebih tertarik untuk membaca status facebook dan main game online. 
Sejumlah tempat yang menerima buku bacaan ini di antaranya: anak-anak di Banjar Langsat, Desa Rendang dan Pesraman Desa Rendang Karangasem,  SDN No 1 dan 3 Madenan, Buleleng, SDN 1 Subaya, Songan-Kintamani, Bangli, SDN 3 Sala Abuan, Bangli, SD Satya Sai di Jalan Kemuda, Denpasar, anak-anak SSG di Jalan Mahendradatta, Denpasar, anak-anak di SDN 1 dan 2 Mambang, Selemadeg Timur, Tabanan.



Berbagai pihak  menyambut baik sumbangan buku bacaan seperti ini, sesuatu yang langka di masa kini. Kepala Sekolah SDN 1 Mambang, Ni Putu Sutami mengungkapkan rasa terima kasihnya atas adanya inisiatif piahak-pihak yang  memberikan sumbangan buku bacaan tersebut. Menurutnya buku-buku seperti itu tentu akan memberi nuansa baru bagi anak-anak yang terbiasa berkutat dengan buku pelajaran sekolah. Hal senada dikatakan Ketut Suparta, salah seorang guru di SDN 2 Mambang yang mewakili pihak sekolah menerima sumbangan tersebut. “Kami berterima kasih kepada para pihak yang memberikan sumbangan dan pasti buku-buku ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami,” ucapnya saat menerima 50 eksemplar buku di sekolah setempat. (tra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar