Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Kantor Pusat: Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon 081 338 629 606 -- 082 146 000 640 Diterbitkan oleh: Yayasan Dharmasastra Manikgeni

Senin, 03 Oktober 2016

Calon Kuat Pimpinan PHDI Pusat 2016-2021

Dharma Adhyaksa: Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda
Ketua Umum/Harian: I Nengah Dana

Siapakah calon kuat yang beredar dan kemungkinan besar akan dipilih dalam Mahasabha XI di Surabaya ini? Kolonel (purn) I Nengah Dana, S. Ag disebut-sebut sebagai calon kuat untuk jabatan Ketua Harian, atau istilah yang dipakai sekarang adalah Ketua Umum PHDI Pusat. Sementara Dharma Adhyaksa calon kuatnya adalah Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda.

Nengah Dana yang kini duduk sebagai wakil ketua Sabha Walaka PHDI Pusat ini adalah orang yang sudah malang melintang di kepengurusan PHDI. Dua kali pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PHDI Pusat dan sebelumnya sudah pernah pula menjadi staf pimpinan di PHDI.

Lahir di Panaraga, pada 15 Maret 1949, karirnya dimulai sebagai pegawai di Ditjen Bimas Hindu dan Budha Depag tahun 1976, kemudian Paroh Hindu Kologad tahun 1977 hingga Kasubdisbina Talid Disbintalad tahun 2004. Pernah kuliah di Universitas Udayana dan Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, Nengah Dana adalah tokoh umat Hindu yang kini tinggal di Bekasi. Namanya begitu populer di Jabotabek karena aktif memberikan dharma wacana di setiap kesempatan.

PHDI Bali menjagokan Nengah Dana untuk menjabat Ketua Umum PHDI Pusat. Dukungan pun juga datang dari berbagai daerah. Selain aktif di PHDI, sosok Nengah Dana juga anggota pembina Badan Dharna Dana Nasional.

Sedangkan tokoh yang digadang-gadang sebagai Dharma Adhyaksa yang akan memimpin Sabha Pandita adalah Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda. Pandita muda yang sudah bergelar doktor (S3) ini adalah dosen IHDiN Denpasar yang aktif melakukan dharma wacana ke berbagai daerah dan mengisi 3 stasiun televisi lokal, yakni Bali TV, Kompas Dewata TV, dan TVRI Bali.

Mpu Jaya Acharyananda kini adalah Ketua I Sabha Pandita. Beliau memang tidak dicalonkan oleh PHDI Bali, karena PHDI Bali tak mencalonkan Dharma Adhyaksa, PHDI Bali baru mencalonkan satu jabatan saja yakni Ketua Umum PHDI. Namun dukungan mengalir dari PHDI provinsi yang mengharapkan Dharma Adhyaksa dipimpin oleh pandita yang akademis, rajin membina umat berkeliling daerah dan sesuai dengan konsep kembalinya parisada dipimpin Brahmana Sista.

(Baca selengkapnya di Majalah Raditya edisi Oktober 2016. Sudah beredar.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar