Penerbit PT Pustaka Manikgeni

Jalan Pulau Belitung Gg. II No. 3 - Desa Pedungan - Denpasar BALI 80222. Telepon & Faks: (0361) 723765

Selasa, 18 Desember 2012

Disiplin Adalah Prinsip Kehidupan Manusia

AA Gede Raka

Disiplin dapat diibaratkan dengan prinsip kehidupan pramula bagi setiap makhluk hidup.Disiplin itu seperti tulang punggung bagi semua manusia.Disiplin berarti mengikuti berbagai peraturan dan ketetapan secara mutlak.Aneka peraturan ini mengendalikan kehidupan manusia dan membawanya menuju jalan kebaikan.Jika tidak,manusia akan mengalami kehancuran.

Disiplin tidak dapat diperoleh dari buku-buku atau diajarkan oleh seorang guru.Disiplin harus secara wajar menjadi kebiasaan manusia dalam kehidupannya sehari-hari.Manusia perlu mengikuti disiplin setiap saat dalam hidupnya.Disiplin itu penting bagi setiap komunitas,masyarakat,bangsa, setiap negara,dan juga dalam berpolitik.Tidak ada masyarakat,negara,sistem politik,atau bangsa yang dapat hidup tanpa disiplin.Disiplinlah yang mendatangkan persatuan antara manusia dengan manusia,manusia dengan masyarakat,dan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya.Karena itulah,disiplin adalah ciri khas kehidupan masyarakat.

Perlulah kita mengikuti disiplin dalam berbagai kegiatan.Dalam pertandingan olah raga,wasit memberi tahu para pemain agar mengikuti peraturan-peraturan tertentu.Setiap pemain dan pemimpin regu harus mengikuti peraturan-peraturan ini secara mutlak.Kadang-kadang para pemain demikian asyik dalam pertandingan sehingga mereka lupa dan melakukan beberapa kesalahan.Mungkin mereka tidak menyadari kesalahan yang mereka perbuat.Akan tetapi,wasit yang mewaspadai hal ini akan langsung meniup peluit.Sementara wasit melakukan hal ini,setiap pemain harus berhenti dimana pun mereka berada.Mereka yang meneruskan pertandingan tanpa mengindahkan bunyi peluit berarti mereka melanggar disiplin.

Karena tidak adanya disiplin dalam segala kegiatan,kehidupan manusia menjadi suatu mimpi buruk.Oleh karenanya,disiplin sangat penting dalam kehidupan manusia.Mereka yang menempati kedudukan yang tinggi harus mengikuti disiplin dan tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan.Hanya karena memegang pulpen,mereka tidak boleh menulis apa saja semaunya.Karena lidah tak bertulang,manusia tidak berbicara seenaknya.Kita harus mengikuti batas-batas kepatutan dalam tulisan dan bicara.Satu-satunya cara untuk menjaga kedudukan atau jabatan yaitu mengikuti disiplin dengan baik.

Disiplin juga perlu dalam hal berjalan,duduk,bahkan dalam tertawa.Banyak orang yang tidak mengikuti peraturan dalam berjalan.Mereka berjalan di tengah jalan,bukan di trotoar.Ada orang yang berjalan zig-zag ke kiri dan ke kanan.Mereka berjalan kian kemari sesuka hati.Cara berjalan yang baik adalah berjalan di trotoar tanpa mengganggu lalu lintas yang lain.Kita harus menjaga agar tidak mengganggu atau menyusahkan orang lain.Manusia harus menempuh hidupnya dengan pedoman,”Selalulah menolong,jangan pernah menyakiti atau merugikan.”Kita harus mengikuti disiplin dan hal itu tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri,tetapi juga akan bermanfaat bagi orang lain.

Ketaatan mengikuti disiplin harus dimulai sejak masa anak-anak.Mulailah dari awal,kemudikan kendaraan perlahan-lahan,dan sampailah dengan selamat.Disiplin itu mutlak diperlukan oleh siswa,pemuda, mahasiswa, guru,dosen,pejabat, dan seluruh masyarakat.

Bila kita berjumpa dengan orang-orang yang lebih tua,kita harus tahu bagaimana menyampaikan hormat kepada mereka.Kita harus duduk dalam sikap yang sopan dengan mengingat dalam kehadiran siapa kita duduk.Bahkan dalam masalah-masalah kecil seperti itu,kita harus mengikuti disiplin dengan sepatutnya.

Anak-anak kecil biasa duduk dengan punggung bungkuk seperti busur.Itu cara duduk yang salah.Mereka harus duduk dengan baik dengan tulang punggung lurus.Bila tulang punggung tegak lurus,pikiran-pikiran kita akan langsung mencapai akal budi.Dengan demikian,pikiran dapat segera terpusat.

Tulang punggung kita membungkus saluran energi spiritual.Bila kita menjaga tulang punggung menjadi lurus,maka kundalini shakti (energi spiritual di muulaadhaara cakra di dasar tulang punggung) akan naik melalui sushumna nadi langsung menuju sahasrara cakra (cakra di kepala yang berbentuk bunga teratai dengan 1000 daun bunga).

Apa arti Kundalini Shakti? Orang-orang yang mengetahui yoga akan mengatakan bahwa kundalini shakti terletak di cakra muulaadhaara (di ujung tulang belakang bagian bawah) dalam wujud seperti ular dan naik sedikit demi sedikit sehingga akhirnya mencapai cakra muulaadhaara.

Dalam latihan yoga,ketika melakukan praanaayaamaa,aliran oksigen dihambat.Ini disebut dengan kumbhaka (menahan napas).Bila dalam proses melakukan kumbhaka ini aliran oksigen menuju cakra muulaadhaara dihambat,maka kundalini perlahan-lahan akan naik demi oksigen.Kita harus menjaga agar tulang punggung lurus sehingga kundalini shakti dapat naik dengan lancar.Itulah sebabnya orang berlatih yoga tegak duduknya.Kebiasaan duduk tegak ini menguatkan daya ingat dan meningkatkan kemampuan konsentrasi. Artinya,duduk juga memerlukan disiplin yang besar.

Agar dapat mengikuti disiplin ini dengan baik,diperlukan beberapa pemurnian.Pertama,pemurnian badan.Ini dapat dilakukan cara menyibukkan diri melakukan berbagai perbuatan yang baik untuk memurnikan badan.Chittasya shuddhaya karmah,’perbuatan baik memberikan kemurnian mental’.Kemurnian hati hanya dapat dicapai dengan melakukan berbagai perbuatan yang baik.

Kita harus memurnikan manas dengan pikiran-pikiran yang baik.Bila badan dan pikiran dimurnikan dengan cara ini,akal budi akan selalu murni.

Apakah suara pramula yang timbul dari badan kita?Sooham,sooham,sooham,….Artinya,’Itulah aku’.Dari mana kesadaran aku atau aham ini timbul?Kesadaran aku timbul dari atma.Manas timbul dari aham.Kemampuan bicara timbul dari manas.Oleh karena itu,kesadaran aku (aham) dapat diibaratkan dengan putra atma,manas adalah cucunya,dan kemampuan bicara adalah buyutnya.Dengan demikian,buyut,cucu,dan putra,semuanya termasuk dalam keluarga yang sama.Karenanya,manas kita harus semurni atma.Demikian pula bicara kita murni seperti manas.Ada hubungan yang erat antara aham,manas,kemampuan bicara,dan atma.Penuhilah semua ini dengan perasaan-perasaan yang suci.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar